Senin, 04 Januari 2010

The Lightening Thief

Penerbit : Hikmah
Penulis : Rick Riordan

Harga : Rp. 54.000 (dapatkan bukunya di toko buku kesayangan anda)

Percy Jackson—dua belas tahun, penderita disleksia—hampir dikeluarkan dari sekolah asramanya ... lagi. Tetapi itu hanya sedikit saja dari sekian masalah yang menantinya. Monster-monster dan dewa-dewi dari Gunung Olympus tampaknya berebutan keluar langsung dari buku pelajaran Sejarah Yunani milik Percy. Lebih parah lagi, Percy telah membuat beberapa di antara mereka marah besar. Petir asali milik Dewa Zeus telah hilang dicuri, dan Percy adalah tersangka utamanya.

Kini Percy dan dua orang kawannya hanya punya waktu sepuluh hari untuk mencari dan mengembalikan benda keramat tersebut dan mendamaikan kembali perang yang hampir pecah di Gunung Olympus. Tetapi tantangannya jauh lebih berat dari itu, Percy akhirnya harus berhadapan dengan kekuatan mengerikan yang bahkan lebih hebat dibandingkan pada dewa sendiri.

“Dikisahkan dengan kecepatan sempurna, dengan momen-momen yang meyetrum dan saling berkejaran laksana detak jantung.” -- New York Times Book Review





SELENGKAPNYA - The Lightening Thief

panggil aku king

Judul Buku : Panggil Aku King
Penulis : Robert Adhi Ksp
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Jml Halaman : 456 + xxiii
Harga : Rp. 76.000,- dapatkan bukunya di toko buku kesayangan anda

Siapa yang tak kenal Liem Swie King? Salah seorang atlet bulutangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Legenda bulutangkis kelahiran 28 Februari 1956 ini terkenal dengan istilah “King’s Smash”. Smash-nya yang keras dilakukan sambil melayang, shuttlecock dipukul saat tubuh belum menyentuh tanah, smash yang dilakukan sambil meloncat, dan dikenal dengan sebutan King’s Smash.

BIografi mengenai sang legenda bulutangkis ini dituliskan dalam Panggil Aku King dengan sangat berurutan. Mulai dari flash back adegan pembuka saat pertandingan final All England 1978, saat King merebut gelar juara All England dari tangan Rudi Hartono, juara 8 kali All England. Cerita selanjutnya bergulir dengan sangat berurutan.

Menjadi Idola

Sejak kemenangannnya pada All England 1978, King mulai menjadi idola baru dalam bulutangkis. Ia menjadi penerus kejayaan Rudi Hartono, Karier bulutangkisnya terus melesat tajam, ia pernah menjadi yang tak terkalahkan selama 33 bulan. Sepanjang tahun 1978-1979 ia selalu menjadi jawara disetiap pertandingan yang diikutinya.

“Bayangkan saja, mana ada pemain yang selama satu tahun penuh, tidak pernah terkalahkan? Saya saja rasanya tidak bisa mempertahankan kondisi puncak demikian terus-menerus selama satu tahun.” (Rudi Hartono dalam Kompas, 28 Februari 1979, halaman 103)”

Selama rentang 33 bulan itu dua kali gelar juara All England berhasil diraihnya (1978,1979). Ada pula medali emas pada Asian Games VIII (1978), menang straight set dari Han Tsien (Cina). Dalam kemenangannya pertama kali pada All England 1978, memunculkan spekulasi bahwa Rudi sengaja mengalah pada King dan memberikan gelar padanya. Apa yang terjadi dalam ruang ganti? Mengapa King perlu mengucapkan “terima kasih” kepada seniornya yang juga idolanya tersebut?.

Tahun 1978-1979 merupakan tahun-tahun awal kejayaannya. Berbagai hadiah diterima, sanjungan serta menjadi idola baru, dan terkenal layaknya artis. Namun ditengah masa kejayaannya, ia melakukan sebuah kesalahan yang membuatnya harus dihukum skorsing selama tiga bulan. Dalam SEA Games X tahun 1979 di Jakarta, pada pertandingan penyisihan nomor tunggal putra, ia dinyatakan kalah WO dari pemain Singapura, Lee Hai Tong. Seharusnya pertandingan itu dilakukan pada pukul 09.30, tetapi sampai menit terakhir, King tak juga muncul.

“Aku baru muncul lima menit setelah setelah aku dinyatakan kalah WO. Wajahku memang lusuh. Aku hanya sempat mengenakan sandal sambil membawa raket saat turun dari mobilku.” (halaman 133)

Tahir Djide, pelatihnya saat itu tentulah amat murka atas kelakuan anak didiknya ini. Lantas apa alasannya hingga King datang terlambat? Ia ketiduran dan tidak ada yang mengingatkannya. Malam sebelumnya ia masih melakukan pertandingan hingga jam 01.00 dini hari. Oleh karena beberapa hari belakangan pertandingan dilakukan pada malam hari, maka King pun tak mengira kalau hari itu ada jadwal pertandingan yang dilakukan pada pagi hari. Tak pelak lagi, sanksi skorsing selama tiga bulan pun harus dijalaninya. Beberapa pertandingan harus ia lewatkan, dan yang terberat tentunya adalah penilaian publik atas dirinya.

Merambah Dunia Akting

Selama menjalani masa skorsing, King bukan hanya semakin jarang melakukan latihan, tetapi King mulai disibukkan dengan kegiatan lain diluar bulutangkis, bermain film. Ia pun menjadi salah satu pemain dalam film Sakura Dalam Pelukan bersama Eva Arnaz. Langkah ini seperti mengikuti jejak idolanya, Rudi Hartono yang juga pernah bermain film bersama Poppy Dharsono dalam film Matinya Seorang Bidadari.

“Sebetulnya aku menikmati saja syuting film ini. Karena aku piker aku mengalami titik jenuh dan kebosanan dalam dunia bulutangkis. Bertahun-tahun berlatih di Pelatnas tanpa putus-putusnya, aku merasa jenuh.” (halaman 140)


Ditengah kejenuhan itulah, tawaran untuk bermain film tak lagi ditampiknya. Beruntung, belakangan King menyadari kalau film bukanlah dunianya. Andai ia lebih memilih film, tentu King tidak akan menjadi legenda seperti saat ini. Waktu tiga bulan skorsing itu ternyata sangat berpengaruh pada penampilan King. Akibat ia sudah semakin jarang mengikuti latihan.

Sepanjang karier bulutangkisnya, mungkin ada satu hal yang disesali King, yaitu keikutsertaannya dalam duet meet atau dwilomba antara Indonesia – China yang saat itu baru bergabung dengan IBF. Dalam pertandingan pertamanya setelah istirahat karena skorsing selama 33 bulan itu, King dikalahkan oleh Han Jian, pemain China yang pernah dua kali dikalahkan sebelumnya. Ia kalah 17-18 dari Han Jian. Kekalahannya ini membuat King merasa sangat terpukul. Ia juga mengakui kekalahannya ini akibat ia kurang latihan selama masa skorsing tiga bulan serta terlambat masuk pelatnas selama tiga minggu.

“Aku tidak bisa tidur nyenyak selama beberapa lama, bahkan bertahun-tahun setelah pertandingan dwilomba itu. Aku merasa pertandingan dengan Han Jian itu pertandingan yang sangat berat. Aku terlalu percaya diri. Aku merasa terlalu superior.” (halaman 152)

Gelar juara All England pada 1980 itupun tak lagi dapat diraihnya, dan lagi-lagi King merasakan kekecewaan atas keputusannya untuk mengikuti dwilomba tersebut. Menurutnya jika ia tiadk mengikuti dwilomba tersebut tentunya ia akan dapat lebih berkonsentrasi pada pertandingan All England. Akibat dari kekalahannya melawab Han Jian, King harus bekerja ekstra keras untuk kembali berprestasi. Bukan hanya dengan latihan, tetapi juga mengembalikan rasa percaya dirinya. Mengembalikan kembali penampilan prima seperti sediakala. Perlahan King mulai kembali bangkit, meraih kembali kemenangan di lapangan termasuk menjadi juara All England untuk ketigakalinya pada 1981.

sumber www.kickandy.com





SELENGKAPNYA - panggil aku king

Se7en Heroes

Siapa sebenarnya yang layak untuk disebut sebagai Pahlawan? Adakah pengertian ataupun batasan yang objektif untuk menentukan siapa yang pantas menjadi pahlawan? Kali ini, kisah para peraih Kick Andy Heroes Award ditampilkan dalam buku bertajuk Se7en Heroes : Tujuh Pahlawan Pilihan “Kick Andy”. Imam Prasodjo dalam kata pengantar menyebut orang-orang ini sebagai orang-orang abnormal. Orang-orang yang memiliki mimpi, angan-angan, cita-cita yang kuat dan diperjuangkan dengan penuh kesungguhan, sekalipun harus mengorbankan kenyamanan hidup yang sebenarnya bisa dengan mudah didapatkan.
Judul Buku : Se7en Heroes
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : 2009
Jumlah Halaman : xviii + 190 hlm
Penulis : Ben Sohib

Sebut saja nama Gisella Borrowka, seorang suster dari Jerman yang mengabdikan hidupnya untuk para penderita kusta di Indonesia. Namanya lebih dikenal dengan sebutan “Mama Putih”. Saat semua orang pergi dan tidak ada yang peduli dengan para penderita kusta, Gisella datang dengan penuh kesabaran merawat mereka. Ia rela meninggalkan semua kemapanan hidup yang dapat diperolehnya dengan mudah di tanah kelahirannya di Jerman.

Orang-orang abnormal ini mungkin terkesan gila. Orang normal mana yang rela meninggalkan kemapanan yang sudah pasti didapatkan. Tanyakan hati nurani anda untuk menjawabnya. Gendu Mulatif mungkin juga gila. Sama gilanya dengan orang-orang gila yang senantiasa dirawatnya. Pria yang akrab dipanggil Baba Gendu awalnya hanya membangun pos ronda disetiap RT di lingkungan tempat tinggalnya. Saat orang gila mulai senang menempati pos ronda yang dibangunnya, alih-alih mengusir ia justru merawat orang gila tersebut.

Cap sebagai orang gila kemudian melekat pada Baba Gendu. Demi merawat orang gila, anaknya sendiri ia minta untuk menjemput orang gila agar dapat ia rawat. Tidak main-main, semua dilakukannya dengan biaya sendiri dari usaha delman yang dilakoninya. Bahkan anak-anak kecil yang biasa memperoleh jatah uang hasil usaha delman, harus bersaing dengan para penderita sakit jiwa yang sekarang memenuhi rumah Baba Gendu.

“Kalau pengen hidup lu enak, lu enakin dulu hidup orang lain,” itulah prinsip hidup yang selalu dipegangnya sehingga caci-maki, hinaan ataupun cap sebagai orang gila tak lagi dihiraukannya. Baba Gendu bahkan rela menjual kudanya satu persatu agar dapat terus merawat para orang gila tersebut.

Orang gila lainnya adalah Baba Akong. Saat semua orang bersikukuh untuk menanam kelapa atau mede daripada bakau, ia tetap pada pendiriannya untuk menanam bakau disepanjang pantai mencegah abrasi. Tragedi tsunami dan tewasnya salah seorang anak aki¬bat batu yang menggelinding dari atas bukit, membuat tekadnya semakin bulat untuk mena¬nam pohon bakau di Pantai Utara Maumere yang belum lama dihantam tsunami itu. Saat harta bendanya ludes akibat tsunami, mereka justru melakukan sesuatu yang sama sekali tidak menghasilkan. Bahkan sang istri harus rela menjual kalungnya agar dapat membeli polybag untuk menanam bibit bakau.

Pengabdian itu nafas, memberi dengan jiwa

Pengabdian pada seni tari tampaknya menjadi nafas bagi Didik Nini Thowok. Berawal dari pelajaran tari yang diperoleh dari tukang cukurnya, ia semakin jatuh hati pada seni tari. Tak pernah cukup untuk belajar. Menampilkan berbagai karyanya di luar negeri dan menjadi maestro tari. “Kakek saya pernah berpesan kalau maju ha¬rus bisa mbodo; jangan merasa sudah pintar dan tak mau belajar atau mendengar dari orang lain. Hati dan pikiran harus selalu terbuka menerima masukan,” kata-kata kakeknya inilah yang terus dipegang Didik dalam menekuni dunia tari. Didik pun meneguhkan tekadnya bukan hanya sebagai penari semata, tetapi juga aktif selaku pen¬cipta dan penata tari, serta pengelola sanggar tari. Didik benar-benar hidup dari dan untuk tari.

Sementara bagi Sugeng Siswoyudono, kehilangan satu kaki bukan berarti ia kehilangan masa depannya. Sebaliknya, ia justru menjadi seorang yang berlebih. Ia membuat kaki palsu yang nyaman dipakainya, dan juga membuatkannya untuk mereka yang membutuhkan. Ia kemudian mendirikan Bengkel Prothesa Than Must Soegenk (baca: Den Mas Su¬geng). Saat tampil dalam salah satu episode Kick Andy, begitu banyak respon positif yang diterima. Hingga kemudian lahirlah program 1000 kaki palsu yang hingga kini sudah memberikan lebih dari 700 buah kaki palsu.

Pengabdian Menembus Batas, Abnormalitas yang Menginspirasi

Begitu banyak orang gila yang dengan kegilaannya memberikan pengabdian diluar batas orang kebanyakan. Suster Rabiah rela menerjang ombak, terapung di laut bermalam-malam, demi mengunjungi pasiennya. Saat tugas dan perahu motor yang ditumpanginya hancur diterjang ombak, maka ia harus bersabar terdampar di pulau tidak berpenghuni hingga tujuh hari hingga ada yang menolong. Iapun kini lebih dikenal sebagai Suster Apung. Sementara sejawatnya di kota menikmati berbagai fasilitas penunjang kesehatan, Suster Apung masih sibuk berkutat dengan peralatan medis sederhana menjangkau pasien dalam wilayah kerjanya meliputi satu kelurahan dan empat desa yang tersebar di 25 pulau di perbatasan antara Laut Flores, Laut Jawa, dan Selat Makassar. Sejak 10 Agustus 1978 hingga sekarang, telah lebih dari tiga puluh tahun Suster Rabiah mengabdi sebagai perawat di pulau-pulau kecil di sekitar Laut Flores.

Sementara itu, Wanhar Umar menjadi guru sekaligus kepala sekolah seorang diri sejak usia 14 tahun. Ia hanya mengajar baca-tulis-hitung karena hanya kemampuan itu yang ia miliki, sebab pendidikannya pun hanya tamatan sekolah dasar. Bangunan sekolahnya hanya terdiri dari tiga ruang yang saling terhubung satu sama lain beratapkan seng bolong dengan dinding lapuk. Sekolah itu tak berpagar dan hanya berlantaikan ta¬nah. Hal ini dilakoninya sejak tahun 1985. Semuanya dilakukan dengan penuh keikhalasan akan sebentuk pengabdian.

Dalam salah satu bagian, Baba Gendu menceritakan keluhannya selama ini, “Sudah merdeka, kok masih banyak orang yang kesulitan dan sakit jiwa. Ada apa? Berarti nega¬ra ini masih belum merdeka.” Tanyakan pada hati anda masing-masing, sudahkah kita merdeka? Merdeka dari rasa sombong, merdeka dari rasa dengki dan keserakahan. Sudahkah kita memerdekakan diri kita hingga dapat melakukan sesuatu untuk lingkungan sekitar kita. Ataukah kita tidak cukup waras hingga mata hati kita tak lagi terbuka, nurani kita tak lagi tersentuh melihat ketakberdayaan disekitar kita. Apakah pahlawan-pahlawan sunyi itu masih dapat kita temukan? Ataukah para pahlawan sunyi itu tertutup oleh bisingnya teriakan mereka yang minta diakui dirinya sebagai pahlawan?.

dapatkan bukunya di toko buku kesayangan anda

Sumber dari www.kickandy.com




SELENGKAPNYA - Se7en Heroes

Sabtu, 02 Januari 2010

Buku yang ditulis mahkluk gaib

Buku Urantia bagi penganutnya dipercaya bukan dibuat oleh manusia. Penulisnya adalah sebuah tim gabungan terdiri dari beberapa puluh pribadi roh dan malaikat. Tim ini dipimpin seorang Konselor Ilahi dari ibukota alam semesta super manusia.

Tebal buku ini 2097 halaman dalam bahasa Inggris. Terdiri dari 196 paper atau makalah. Ada pribadi roh yang menulis satu, dua, atau lebih paper.

Sepertiga buku ini, sekitar 770 halaman ditulis oleh satu tim makhluk-tengah (midwayers).

Di bahasa Indonesia sulit dicari padanan katanya.
Ketika menyebut midwayers sebagai jin, banyak yang protes, jadi digunakanistilah makhluk-tengah (antara manusia dan malaikat). Tulisan para makhluk tengah ini adalah catatan riwayat hidup Yesus ketika hidup di dunia, yang konon dianggap jauh lebih lengkap dan urut daripada kitab Injil.

Sumber data utamanya adalah ingatan manusia yang menyaksikan, kemudian makhluk-tengah yang juga menyaksikan, dan terakhir sebagian kecil adalah dari alam roh. Mereka percaya bahwa pemerintahan alam semesta merekam setiap peristiwa, bahkan setiap pikiran manusia bernilai kekekalan.

Urantia Book diwahyukan pada tahun 1934-1939 di Chicago, 533 Diversey Parkway, USA. Penerimanyaadalah sebuah forum, sekelompok orang sekitar 30 orang terpelajar, dan disampaikan dengan bantuan seorang makhluk-tengah. Paper demi paper disampaikan sebagai jawaban atas pertanyaan Forum itu.

Teks aslinya masih disimpan, dan setelah diedit dan diketik, diterbitkan tahun 1955. Penulisan ini tidak lepas dari keberadaan seorang dokter ahli bedah dan psikiatri yang bernama Dr. William S. Sadler (1875-1969) serta istrinya Dr. Lena Sadler.

Mereka percaya bahwa Buku Urantia bukan ditulis oleh manusia, walaupun kemudian diketik dan diterbitkan manusia.

Teks aslinya adalah tulisan tangan, masih utuh tersimpan di kantor pusat Urantia Foundation di Diversey Parkway 533, Chicago.

Istilah atau nama Urantia adalah cara mereka menyebut nama planet bumi kita ini.
Menurut apa yang tertulis di dalam buku Urantia tersebut, ada banyak galaksi dan planet yang didiami. Jumlah total planet didiami tidak kurang dari 7 Trilyun planet.

Bahkan ada satu ras makhluk yang tidak bernafas (non breathers) yang tinggal dekat sekali dengan Bumi (inhabits a sphere in close proximity to Urantia).

Diduga mereka berada di Bulan atau planet lain yang berdekatan dengan Bumi – Mars atau Venus.

Selain itu, informasi teknologi yang disampaikan oleh makhluk roh lewat buku Urantia itu menyebutkan bahwa ada partikel yang lebih kecil dari elektron, yaitu ultimaton. Alam semesta berasal dari ledakan besar pertama yang dilakukan oleh Master Force Organizers yang diutus Tuhan.
Mengenai asal usul Tata Surya, planet-planet terbentuk karena lewatnya sistem dark-matter Angona dekat Matahari, yang menyebabkan tersedotnya sebagian massa Matahari membentuk planet-planet yang jumlahnya 12.

Planet nomor 5 antara Mars dan Jupiter hancur akibat mengorbit terlalu dekat ke Jupiter. Sementara bulan sebenarnya adalah sebuah planet yang ‘ditangkap’ oleh Bumi.
Pada mulanya, Bumi setelah terbentuk dan memadat, diselimuti air, setelah itu barulah muncul daratan tunggal, yang kemudian terpecah menjadi beberapa benua.

Manusia berevolusi dari tumbuhan primitif, hewan, dinosaurus, mammalia, monyet, manusia purba. Tumbuhan pertama itu adalah rekayasa genetik buatan para Life Carrier yang diutus dari pemerintah Local System.

Manusia hasil evolusi terdiri dari ras merah (indian), kuning (cina), biru (eropa), indigo (negro), hijau, dan orange.

Belakangan ditambah oleh ras ungu (Adam) yang bukan asli Bumi. Ras ungu paling banyak bercampur di Timur Tengah dan dengan ras biru (Eropa-Amerika) serta Cina Utara.
Keturunan mereka paling unggul dari genetik : ketahanan fisik, keberanian, kepandaian dan spiritual.

Lebih jauh lagi, diungkapkan bahwa manusia bisa menempuh perjalanan luar angkasa, dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya, menggunakan kendaraan malaikat serafim (enseraphimed).

Dalam pelaksanaannya, manusia ‘dibungkus’ dan dibawa dalam kondisi tidur.
Paper 23, halaman 260 menyebutkan bahwa batas maksimum metode serafim ini adalah 558.840 mil per detik dan kecepatan rata-ratanya adalah 550.000 mil per detik.

Selain ituSolitary Messenger dan Gravity Messenger bisa melesat jauh lebih cepat lagi.

update

buat teman-teman yang ingin download ebooknya dalam fersi bahasa inggris silahkan klik di sini atau di sini, dan kawan-kawan yang ingin membaca ebooknya dalam fersi bahasa lain seperti rusia, jerman, korea dll silahkan download di sini





SELENGKAPNYA - Buku yang ditulis mahkluk gaib

Jumat, 01 Januari 2010

Ebook David Blain Magic

ebook yang satu ini membongkar rahasia dari pesulap David Blain, ebook ini membongkar secara rinci trik-trik bermain sulap namun ada kekurangan dari ebook ini karena buat kawan-kawan yang tidak tahu berbaha inggris akan sulit untuk membacanya harus menggunakan transtool untuk mengartikan ebook ini namun harus teliti dalam mengartikan kalimat demi kalimat karena kalau salah mengartikan maka sulap tersebut tidak akan pernah anda kuasai nah tampa basa-basi lagi silahkan kawan-kawan download ebooknya di sini
atau klik download di akhir postingan ini
permintaan maaf buat pesulap-pesulap bukan saya tidak menghormati anda karena membeberkan trik-trik sulap yang mungkin anda miliki namun saya hanya ingin memberi ilmu kepada para peminat dulap agar sulap di indonesia bisa maju dan mendunia....

download ebook



SELENGKAPNYA - Ebook David Blain Magic
 

Blog Tetangga

komunitas blogger kader hijau hitam blog asal asalan wahana poso/> tuLisan byasa Temenan Yoo
Image and video hosting by TinyPic />

Follow Me

putra phatinjo Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template